5 Penelitian Ekstrim Oleh Universitas di Dunia


ANAKGUNDAR.COM 2017
5 Penelitian Ekstrim Oleh Universitas di Dunia

ANAKGUNDAR.COM, Kalimalang — Universitas merupakan sebuah tempat, dimana orang-orang dapat mengenyam pendidikan yang jauh lebih tinggi, guna untuk mempersiapkan diri ketika terjun ke dunia kerja nantinya. Pembelajaran yang bersifat fleksibel, serta kegiatan-kegiatan kampus yang lebih bisa menampung aspirasi bagi para mahasiswa dan mahasiswi, menjadikan Universitas merupakan salah satu tempat yang tepat untuk mempelajari suatu hal lebih dalam lagi. Dan salah satu kegiatan yang dapat di lakukan adalah sebuah penelitian.

Membicarakan tentang penelitian, banyak banget Universitas, baik di dalam maupun di luar negri, melakukan hal ini sebagai cara untuk mengamati dan mempelajari suatu hal. Ketika melakukan sebuah penelitian, pasti pihak yang menyelenggarakan kegiatan tersebut, harus sudah memikirkan secara matang, apa yang akan di lakukan, dan efek apa yang akan di timbulkan dari kegiatan penelitian.

Namun sangat di sayangkan, ada beberapa kegiatan penelitian yang dilakuakan oleh beberapa Universitas, justru membahayakan nyawa orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Bahkan yang lebih menyedihkannya lagi, sampai ada yang meninggal dunia. Dan beberapa kasus yang terjadi, di antaranya adalah penelitian efek kafein yang membuat dua mahasiswa asal Inggris kritis, hingga kasus besi radioaktif yang merenggut nyawa janin yang ada di dalam kandungan.

Selain dua hal yang di sebutkan di atas, kita akan membahas kasus-kasus penelitian yang bisa di bilang ekstrim dan memakan korban jiwa. Penasaran, penelitian apa aja sih yang di lakukan? Yuk, langsung kita bahas!

  • Trauma pada Bayi (1920)

Beberapa ilmuan melakukan sebuah pembuktian teori, dengan melakukan penelitian yang dilaksanakan di Universitas John Hopkins, Amerika Serikat. Ilmuan tersebut ingin membuktikan beberapa teori tentang rasa takut pada manusia. Di antarnya adalah ketakutan yang di rasakan oleh manusia berasal dari dalam diri mereka sendiri, dan bayi dapat merasakan ketakutan dengan banyak hal. Oleh sebab itu, subjek yang di libatkan dalam proses penelitian tersebut adalah bayi berusia sembilan bulan.

ANAKGUNDAR.COM 2017
Bayi menangis. Via: iyakan.com

Namun sangat di sayangkan, proses penelitian yang di lakukan, membuat bayi tersebut mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi selama proses penelitian berlangsung, para Ilmuan mencoba untuk melihat reaksi bayi tersebut, dengan memberikan beberapa Stimulus. Mulai dari memberikan binatang, seperti anjing, tikus dan kelinci. Enggak hanya itu aja, beberapa benda, seperti topeng dan koran yang di bakar pun di berikan kepada si subjek.

Hal tersebut di lakukan terus menerus hingga hasil yang ingin di dapatkan oleh Ilmuan pun terlihat, berupa dugaan mereka selama ini terbukti. Dan efek dari penelitian tersebut, bayi itu mengalami trauma dan ketakutan baru terhadap hal-hal tertentu.

  • Monster Study (1939)

Untuk kepentingan studi perkembangan psikologis anak, Universitas Iowa yang berlokasi di Amerika Serikat ini mengadakan sebuah penelitian, yang tahap pelaksanakan melibatkan Wendell Johnson beserta muridnya, Mary Tudor, serta 22 orang anak yatim-piatu sebagai bagian dalam penelitian tersebut.

ANAKGUNDAR.COM 2017
Don’t be scared. Via: CBS News

Selama proses penelitian, Johnson meminta Tudor untuk mengomentari gaya berbicara anak-anak tersebut, namun dengan dua cara yang berbeda. Sebagian anak di berikan pujian, dan sebagian anak yang lain di berikan cacian, bahwa mereka itu gagap dalam berbicara. Dan satu hal yang perlu kita ketahui, sebelum penelitian tersebut di lakukan, para anak-anak yatim-piatu tidak memiliki masalah apapun. Sampai akhirnya, hasil dari penelitian tersebut memberikan efek yang tidak terduga. Anak-anak yang sering di berikan cacian dan di hina, menjadi benar-benar gagap dalam berbicara dan sulit untuk berkomunikasi. Bahkan ketika di paksa untuk berbicara, mereka terlihat gelisah dan menolak untuk berbicara. Huh, tega banget!

Dan kalian pasti bertanya-tanya, kenapa penelitian yang dilakukan oleh Johnson di sebut Monster Study?  Ternyata, sebutan tersebut di kemukakan oleh orang-orang yang mempunyai satu profesi yang sama dengan Johnson. Mereka yang mengetahui apa yang di lakukan oleh Johnson tersebut merasa kaget, karena Johnson begitu tega memanfaatkan anak-anak yatim-piatu sebagai media pembuktian teori-teorinya.

  • Sereal Beradioaktif (1940)

Pada saat itu, perusahaan Quaker Oats bekerja sama dengan para peneliti muda dari Universitas Massacushet Institut of Tehnology (atau yang di kenal dengan Universitas MIT) untuk melakukan sebuah penelitian yang bisa di katakana nekat dan tidak bermanusiawi.

ANAKGUNDAR.COM 2017
Sereal Radioaktif. Via: iyakan.com

Penelitian ini berawal saat Rival dari perusahaan Quaker Oats mengemukakan, bahwa produk makanan mereka dapat langsung mengalir ke seluruh tubuh setelah di konsumsi. Hal ini membuat perusahaan Quaker Oats tidak ingin kalah dengan perusahaan tersebut. Segala upaya dilakukan untuk mengembangkan produk Quaker Oats supaya enggak kalah saing sama pesaingnya. Dan pada akhirnya.

Perusahaan Quaker Oats bekerja sama dengan Universitas MIT, dan melibatkan seratus anak yatim yang kebanyakan yang mengalami keterbelakangan mental dan berkebutuhan khusus, untuk menjalani proses penelitian tersebut. Dan kalian tau, gak? Peneliti dari MIT memberikan makanan kepada seratus anak yatim tersebut, berupa sereal yang telah di campur dengan garam dan paparan radioaktif! Jadi, gambaran singkat mengenai proses penelitian ini adalah, ketika sereal tersebut telah di konsumsi oleh anak-anak yatim, di sini peneliti akan mengamati proses berjalannya sereal di dalam tubuh melalui alat deteksi, yang mampu menangkap sinyal dari zat radioaktif dalam sereal yang di konsumsi oleh seratus anak-anak yatim tersebut.

Sangat di sayangkan, dalam proses penelitian ini, para peneliti dan perusahaan yang membiayai pendanaan eksperimen tersebut tidak memperdulikan keadaan seratus anak yatim yang di jadikan “kelinci percobaan” tersebut. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa sinar radioaktif sangat berbahaya efeknya bagi mahluk hidup, terutama manusia. Contohnya saja, efek paparan dari radiasi radioaktif dapat menyebabkan kanker darah (leukimia)

  • Eksperiman Besi Radioaktif (1945)

Para peneliti di Universitas Vanderbilt melakukan sebuah penelitian. Dan fokus utama mereka adalah untuk mengetahui, seberapa besar penyerapan besi pada wanita yang sedang hamil, dengan melakukan pengukuran yang memanfaatkan besi radioaktif.

ANAKGUNDAR.COM 2017
Wanita hamil. Via: Google Images

Saat penelitian tersebut dilaksanakan, para peneliti pun melibatkan ratusan wanita hamil. Setiap wanita di berikan sebuah pil anti anemia. Namun dari pihak peneliti tidak memberitahu kepada para wanita, bahwa pil yang mereka konsumsi mengandung unsur besi radioaktif. Dan benar saja, dalam jangka waktu panjang, efek dari besi radioaktif tersebut menyebabkan kematian dan keguguran kandungan. Oleh sebab itu, karena tuntutan dari banyak orang, akhirnya proyek penelitian di Universitas Vanderbilt pun di tutup dan harus menanggung denda hingga jutaan dollar Amerika.

Ngeri juga sih, ya? Yang pada awalnya penelitian di lakukan untuk kebutuhan studi ataupun pembuktian teori, justru malah merenggut nyawa seseorang.

  • Eksperimen Kopi (2015)

Beberapa waktu yang lalu, sejumlah media online memberitakan tentang insiden yang menimpa dua mahasiswa asal Inggris, yaitu Alex Rosseto dan Lukas Parkin, mengenai sebuah eskperimen penelitian yang dilakukan oleh Universitas Northumbria, Newcastle, Inggris. Penelitian tersebut meneliti tentang efek yang timbul ketika seseorang kelebihan kafein. Entah karena perhitungan yang kurang matang ataupun ada beberapa alasan lain, dua mahasiswa yang mengajukan diri sebagai peserta penelitian itu pun di berikan segelas kopi dengan dosis yang berlebihan, yaitu sekitar 30 gram. Padahal batas normal pemberian kafein hanyalah 0,3 gram saja  per gelas. Itu berarti, setiap gelas yang di minum oleh para peserta penelitian tersebut setara dengan 300 gelas kopi. Duh, bahaya banget!

Btw, kalian pasti penasaran, dua mahasiswa tersebut kayak gimana sih orangnya? Cek gambar di bawah ini:

ANAKGUNDAR.COM 2017
Luke Parkin (kiri) dan Alex Russeto (kanan)

Akibat dari penelitian tersebut, Rosseto dan Parkin mengalami overdosis kafein dan langsung di larikan ke rumah sakit terdekat. Setelah menjalani perawatan dan penanganan medis, dua mahasiswa tersebut berhasil melalui masa kritis dari insiden yang hampir merenggut nyawa mereka. Namun sayangnya, Rosseto harus kehilangan memori jangka pendek, dan berat badannya yang mengalami penurunan sebanyak 12 kg setelah enam hari di rawat di rumah sakit. Sedangkan Parkin mengalami penurunan berat badan juga, yaitu sebanyak 10 kg setelah dua hari di rawat.

Karena di anggap lalai, Universitas Northumbria di jatuhkan denda sebesar 400.000 Pound. Kalau di Rupiahkan, denda yang harus di tanggung sekitar 6,8 Miliar Rupiah.

Oke, kayaknya cukup deh pembahasan tentang Eksperimen Penelitian yang di lakukan oleh beberapa Universitas di dunia. Barangkali kalian ada yang tau tentang penelitian-penelitian lain yang jauh lebih ekstrim? Bisa komen di bawah ini ya!

Previous Suka Duka Mahasiswa Kelas Karyawan/Malam di Gunadarma
Next Alasan Kenapa Harus Ikut Organisasi dan UKM di Kampus

1 Comment

  1. February 6, 2017
    Reply

    Eksperimen minum kopi bersama mantan dan gebetannya WKAKWKAKAWKA #EKSTRIMBAPER

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *