iLounge

8 ‘Ternyata’ yang Dirasakan Setelah Masuk Gunadarma

AnakGundar.com 2016 "Berani Berkarya"

ANAKGUNDAR.com, Depok – Pertengahan tahun kayak gini anak-anak SMA yang baru pada lulus pada sibuk mendaftarkan diri untuk masuk perguruan tinggi, tak terkecuali daftar ke Universitas Gunadarma. Bisa diliat ketika beberapa hari ke belakang counter pendaftaran mahasiswa baru di Kampus E dan Kampus D Gunadarma sering ramai dipenuhi oleh calon-calon mahasiswa baru Gunadarma.

Gue yakin, mereka yang daftar ke Gunadarma pasti punya ekspektasi tersendiri tentang kampus ini. Sama seperti apa yang gue rasakan dulu ketika daftar dan pengen banget masuk Gunadarma. Tapi, seiring berjalannya waktu, segala ekspektasi gue pun terjawab oleh realita-realita yang gue lihat dan gue alami sendiri di kampus ini.

  • Ternyata Kampus Gunadarma Banyak

Dulu, ketika gue mau masuk Gunadarma, gue daftar di counter pendaftaran yang ada di Kampus D. Dari rumah gue yang berada di Bogor, kereta menjadi salah satu transportasi andalan untuk ke Kampus D, apalagi waktu itu masih ada kereta Ekonomi, murah banget. Singkat cerita daftarlah gue di D, dan gue pun tes di Gedung 5 kampus D, sekarang jadi tempat UM.

Kala itu gue mengira bahwa Gunadarma Cuma bertempat di Margonda doang. Gue pun waktu gak berencana buat nge-kost. Sebab, gue pikir perjalanan naik motor terus naik kereta itu jauh lebih hemat dan gak cape-cape amat. Tak lama kemudian, gue pun diterima di Gunadarma dan langsung mendapat jadwal PPSPPT. Gue kaget ketika dapet jadwal PPSPPT di Kampus G.

“Emang ada ya Gunadarma kampus G. Itu dimana?”

Ya begitulah hati gue bergumam kala itu. Alhasil, satu hari menjelang PPSPPT gue pun langsung survey lokasi kampus G naik motor. Masih inget banget, ketika itu gue ikutin mobil yang ada skotlet Gunadarmanya ke arah Kelapa Dua. Dan gue pun menemukan tiga kampus di daerah itu.

AnakGundar.com 2016

Coba tebak ini kampus mana? Via: diniayu21.blogspot.com

Kejutan gak berhenti dengan kampus yang di Kelapa Dua, setelah beberapa minggu gue kuliah, gue pun dikasih tau lagi sama Kakak-Kakak Himpunan Jurusan kalo Gunadarma juga ada yang di Kalimalang. Gue semakin bingung bertanya-tanya, daerah mana lagi itu? Gue kiranya di Kalimalang Cuma ada 1 gedung, ternyata engga. Gak beda sama kampus Depok, disana juga ada banyak Kampusnya. Semakin kesini, gue semakin tau kalo Kampus Gunadarma ini tersebar di Bekasi, Cengkareng, Depok, Karawaci, dan Jakarta.

  • Ternyata Gak Bisa Lulus 3 Setengah Tahun

Siapa sih yang ketika masuk kuliah gak diiming-imingi lulus cepet tiga setengah tahun terus langsung kerja, punya uang banyak, nikah, lalu hidup bahagia selamanya? Ya, gue pun salah satu orang yang pernah diiming-imingi hal seperti itu. Namun, hasrat gue untuk cepet lulus dari Gunadarma dalam waktu 3.5 tahun kandas ketika gue baru tahu bahwa disini sistem pengambilan mata kuliahnya udah dipaketin per semester. Jadi, mau gak mau gue harus ikutin paket itu dan gak bisa main masukin mata kuliah di KRS.

AnakGundar.com 2016

Tempat ngisi KRS. Via: diploma.gunadarma.ac.id

Ada sih yang 4 tahun langsung S2, yaitu lewat program Sarmag alias Sarjana Magister. Tapi setelah gue tahu harus mengabdi dulu sebagai dosen di Gunadarma pasca lulus, gue pun urung ikut program itu. Lagian IPK semester satu gue waktu itu tiga kurang dikit, gak dewa-dewa banget.

  • Ternyata Esther Punya Segala Dokumen Ujian & Praktikum

Awalnya gue gak tahu lho apa itu Esther, gue dikasih tau ketika gue ngerjain LA Fisika Dasar dengan mengarang bebas di kostan. Ketika itu temen gue datang dan ngasih tau kalo mau bikin LA, beli aja fotokopiannya di Esther. Seketika gue minta anter sama dia untuk ke tempat yang namanya Esther itu.

Ketika gue udah nyampe Esther, gue pun melihat-lihat dokumen-dokumen yang gue rasa berguna banget untuk kuliah di Gunadarma, mulai dari LA sampe soal-soal UAS dan Ujian Utama ada semua disitu. Dan akhirnya gue pun bisa mengerjakan LA Fisika Dasar gue tanpa halangan berarti.

  • Ternyata Kursus dan Workshop Punya Gunadarma Menentukan Kelulusan

Gue masih heran sih sampe sekarang, kenapa kita harus ikut program kursus dan workshop di Gunadarma. Apalagi kedua program ini dibutuhkan sekali sebagai syarat kelulusan. Harus banget emang ya kita kursus dan workshop di Gunadarma? Gimana kalo kita ikut lembaga kursus lain yang bonafit? Masih gak bisa lulus juga meskipun udah dapet sertifikatnya?

AnakGundar.com 2016

Contoh sertifikat kursus Gunadarma. Via: arumpramuningtyas.blogspot.com

Ya, ini masih menjadi misteri tersendiri bagi gue. Apalagi sekarang mahasiswanya harus ikut program kursus dan workshop ini per semester. Dulu gue sih mendingan, cukup sekali workshop dan sekali kursus langsung bisa lulus, biayanya juga gak gede-gede banget seperti mahasiswa Gunadarma angkatan 2013.

  • Ternyata UTS dan UAS-nya Sebulan

Kalo untuk hal ini gue tau ketika pertama kali ikut UTS di Gunadarma. Pas gue dapet jadwal awalnya biasa aja, gak kaget-kaget banget. Mungkin kampus lain juga sama, UTS-nya sebulan. Tapi pas gue tanya temen-temen gue, mereka malah cuma seminggu kalo UTS, bahkan ada yang dibawa ke rumah ujiannya.

AnakGundar.com 2016

Biasanya libur UTS atau UAS suka dipake gathering kelasan. Via: arifriyanto.com

Sebenernya hal ini gak bikin kesel-kesel amat, soalnya banyak liburnya. Kalo diitung-itung sih UTS itu cuma 7 hari, yang banyak itu liburnya. Mungkin karena mahasiswa Gunadarma banyak dan ruang kelas yang terbatas, jadi deh kayak gini ujian dimari.

  • Ternyata Liburnya Beda Sama Kampus Lain

Bagi kalian yang baru kuliah di Gunadarma pasti deh ngerasain hal ini. Libur kampus kita beda banget sama kampus temen-temen semasa SMA kita. Bahkan di Gunadarma baru UTS, di kampus orang mah udah mau UAS. Di Gunadarma lagi UAS, kampus temen-temen kita udah libur semester. Untung ketolong sama libur dijeda-jeda jadwal UAS sih. Jadi, kita masih bisa atur jadwal buat meet up sama kolega-kolega pada masa putih abu.

AnakGundar.com 2016

Ceritanya reuni setelah 1 semester pisah. Via: dimitraviantari.wordpress.com

  • Ternyata Ujian iLab Gitu Doang

Di Universitas Gunadarma terdapat sebuah praktikum yang dinamakan Integrated Laboratory. Sesuai dengan namanya, praktikum di lab ini kita akan terintegrasi dengan semua jurusan yang ada di Gunadarma. Sayang, iLab ini cuma ada di Depok dan buat mahasiswa Depok doang, di Kampus cabang itu gak ada.

Waktu pertama kali gue ikut iLab, rasanya sih deg-degan keringet dingin kayak lagi nahan bok*r. Setelah beberapa minggu praktikum ini berjalan, gue pun udah mulai terbiasa untuk mengerjakan Pretest, Activity, dan Post Test. Sampe gak kerasa udah minggu terakhir aja, artinya minggu ujian.

AnakGundar.com 2016

Ruangan iLab nih. Via: anakgundar.com

Semaleman suntuk gue ngapalin materi iLab sampe lupa kalo gue waktu itu lagi masak aer. Hari ujian pun tiba, gue datang dengan perasaan sama seperti gue pertama kali iLab, tapi sekarang ditambah dengan perasaan takut gak lulus. Lalu gue pun akhirnya masuk Lab, ternyata gue gak menemukan perbedaan berarti antara lab biasa dengan ujian lab. Pretest, Activity, dan Post Test gak ada perbedaan berarti. Awalnya gue kira bakal susah, ternyata biasa aja. Mungkin gue juga sih yang terlalu jenius.

  • Ternyata Rektor Gunadarma Gak Pernah Ganti

Gue baru tau hal ini ketika gue sudah menjalani semester 3. Kala gue sudah mulai mengenal kampus ini beserta seluruh isinya. Singkatnya, waktu itu gue diceritain sama senior-senior angkatan tua kalo Rektor Gunadarma ini gak pernah ganti, beda banget sama kampus lain.

Emang bener sih kata senior-senior, seharusnya Rektor itu punya masa bakti, tak peduli di Kampus Negeri atau Swasta kayak Gunadarma ini. Ketika gue masuk UI naik motor, gue sering liat malah spanduk-spanduk pemilihan Rektor di UI, bahkan ada juga spanduk pengumuman untuk pemilihan Dekan.

AnakGundar.com 2016

Rektor Gunadarma hari ini, Ibu Margianti. Via: beritapulauseribu.com

Setiap mahasiswa Gunadarma pasti punya kisah sendiri tentang bagaimana ekspektasinya saat masuk dan melihat serta merasakan realita yang ada. Apa yang gue tuliskan disini hanya berbagi pengalaman dan mencoba untuk jujur pada diri gue sendiri. Bagi kalian calon-calon mahasiswa baru Gunadarma, semoga sukses dan bisa berkuliah disini ya. Hehe

About the author

mm

Felani Galih Prabawa

Travelouge

4 Comments

Leave a Comment

WordPress spam blocked by CleanTalk.