iLounge

Diskursus: Paradoks Praktikum Penunjang (i-Lab) di Gunadarma

ANAKGUNDAR.COM 2016 "Berani Berkarya"

ANAKGUNDAR.com, Depok – Dari sekian banyak praktikum yang ada di Gunadarma, salah satu praktikum menarik adalah i-Lab yang menjadi praktikum penunjang. Dikatan sebuah lab yang terintegrasi bukan tanpa sebab, praktikan i-Lab di masing-masing sesi berasal dari jurusan dan angkatan yang berbeda. Jadi dari Senin-Sabtu, seluruh mahasiswa Gunadarma tumpah ruah di Kampus H. Biasanya, anak Teknik menjadikan i-Lab sebagai praktikum untuk mencari yang ‘bening-bening’ juga.

Untuk mengikuti praktikum yang berada di Kampus H ini, setiap praktikan wajib memakai pakaian kemeja lengkap dengan celana bahan, kemudian memakai sepatu tertutup. Selain itu, mahasiswa pun diwajibkan membawa KTM sebagai syarat agar dapat memasuki ruangan lab, jika yang belum punya KTM bisa menggunakan Kartu i-Lab. Dan bagi praktikan yang telat, akan diberikan injury time sampai 30 menit, jika lewat dari 30 menit maka akan dinyatakan absen.

ANAKGUNDAR.COM 2016

Contoh kartu praktikum i-Lab Gunadarma. Via: firman _ firdaus

Presensi di Integrated Laboratory (i-Lab) pun sangat diperhatikan dengan baik oleh penyelenggara lab, salah satu contohnya adalah apabila praktikan tidak masuk i-Lab selama 3 kali baik secara berturut-turut atau pun tidak, maka sistem akan menyatakan bahwa praktikan tersebut sudah tidak bisa lagi mengikuti rangkaian praktikum hingga selesai, bahasa yang sangat akrab untuk istilah ini adalah ‘Del (red: Delete).

Keberadaan i-Lab semakin menarik jika kita membenturkan kepada masalah ‘penting atau tidak’-nya bagi mahasiswa untuk mengikuti rangkaian praktikum ini. Masalah tersebut muncul diakibatkan oleh kebanyakan mahasiswa yang sudah tahu dengan jelas bagaimana sistem praktikum i-Lab berjalan dan pengaruhnya terhadap nilai IPK dipenghujung semester.

Melihat kategori praktikum lewat KRS

Jika kita dengan seksama memperhatikan KRS atau Kartu Rencana Studi, di dalamnya ada penjelasan mengenai kategori mata kuliah yang diwajibkan untuk mendapatkan praktikum dan ada juga yang tidak. Penjelasan tersebut bisa kita lihat melalui kode 2  buah tanda bintang ‘**’ yang ada di akhir nama mata kuliah yang tertera di KRS. Jadi, jika dalam KRS terdapat 5 mata kuliah yang memiliki bintang 2 ‘**’ berarti kelima mata kuliah tersebut memiliki praktikum penunjang baik yang dilaksanakan di i-Lab atau pun di Lab. Jurusan masing-masing.

ANAKGUNDAR.COM 2016

Salah satu contoh penampakan KRS Gunadarma Fakultas Ekonomi. Via: mochamadrizki8 – WordPress.com

Namun, jika di KRS tercantum mata kuliah, misalnya ‘Praktikum Algoritma & Pemrograman’ seperti yang terdapat di KRS semester 1 jurusan Teknik Informatika. Maka praktikum tersebut hukumnya wajib dan jika tidak lulus maka harus mengulang kelas di tahun ajaran yang sama, yakni tahun depan bersamaan dengan mahasiswa yang baru lagi. Disitulah letak perbedaan utama antara praktikum penunjang dan praktikum wajib.

Secara linguistik, penunjang merupakan sebuah kata benda yang berarti alat untuk menunjang agar beban yang sedang dipikul tidak roboh. Jadi, sudah jelas keberadaan praktikum ini jauh berbeda dengan praktikum yang diwajibkan dalam KRS, karena praktikum tersebut hanya sebagai tunjangan untuk membantu nilai mata kuliah tersebut agar tidak terlalu jelek.

Komposisi penilaian kadang tidak relevan dengan yang terjadi di lapangan

Universitas Gunadarma melalui situsnya (http://www.gunadarma.ac.id/en/page/komposisi-penilaian.html) telah menjelaskan tentang perhitungan komposisi nilai untuk menentukan IPK. Berikut adalah penjelasannya:

1). Untuk mata kuliah lokal tanpa pratikum penunjang, nilai berasal dari nilai UTS (Ujian Tengah Semester) dan nilai UAS (Ujian Akhir Semester);

2). Untuk mata kuliah lokal dengan praktikum penunjang, nilai berasal dari nilai UTS, UAS, dan nilai Praktikum, dengan catatan nilai Pratikum penunjang harus lulus. Bagi mahasiswa yang nilai praktikum penunjangnya tidak lulus, nilai mata kuliah tersebut adalah E;

3). Untuk mata kuliah Utama/Negara tanpa praktikum penunjang, nilai berasal dari nilai UTS dan nilai Ujian Utama/Negara;

4). Untuk mata kuliah Utama/Negara dengan praktikum penunjang, nilai berasal dari nilai UTS, nilai Ujian Utama/Negara, dan nilai praktikum.

ANAKGUNDAR.COM 2016

Tapi jangan keseringan ya, nagih soalnya. Via: Share Info91

Merujuk para peraturan tersebut, maka kita bisa menyimpulkan jika praktikum penunjang tidak selesai alias di-delete, maka akan mendapatkan nilai E di marksheet akhir semester nanti. Benarkah seperti itu? Mari sedikit kita tengok yang terjadi di lapangan.

Seorang mahasiswa Gunadarma yang tak mau disebutkan identitasnya memberikan sedikit cerita tentang pengaruh praktikum i-Lab terhadap nilai IPK kepada ANAKGUNDAR.COM. Dari pengakuannya, kami bisa simpulkan bahwa praktikum i-Lab tidak berdampak terlalu besar terhadap nilai IPK.

“Saya terakhir kali ikut praktikum i-Lab sampe cacap (gak bolos) itu pada semester 5 kemarin. Saya mulai memboloskan diri di semester 6, bukan karena males, tapi saat itu kesibukan di organisasi pun semakin gila. Jadi, saya harus memilih salah satu. Lagian saya pun melihat temen-temen lain. Ada temen saya yang selama semester 5 tidak i-Lab tapi nilai IPK-nya baik-baik saja,” ungkap mahasiswa yang sekarang duduk di semester 7 ini.

i-Lab merupakan sebuah praktikum pilihan untuk mahasiswa

Setelah melihat kenyataan dari berbagai sudut pandang, munculah sebuah paradoks yang membuat penulis menyimpulkan bahwa praktikum i-Lab ini merupakan pilihan bagi mahasiswa Gunadarma untuk ikut atau tidak di dalamnya tergantung pada situasi dan kondisi tertentu.

Jika mahasiswa yang bersangkutan menginginkan untuk ikut praktikum i-Lab sampai selesai dan menginginkan mendapatkan pelajaran di i-Lab, maka ikutilah. Dan apabila mahasiswa memilih tidak mengikuti rangkaian praktikum i-Lab, maka jangan ikut. Namun, akan lebih baik ketidak ikut sertaan tersebut dilandasi alasan yang masuk akal atau memiliki tugas lain yang lebih penting dan berbenturan dengan jadwal i-Lab sehingga lebih memilih untuk meninggalkan i-Lab. Daripada bermalas-malasan, tentu lebih baik ita mengikuti rangkaian kegiatan i-Lab.

Sebagai penutup dari artikel ini, penulis ingin menegaskan kembali bahwa apa yang disampaikan melalui tulisan ini bukan untuk mengajak mahasiswa untuk tidak mengikuti i-Lab. Penulis mencoba untuk menjelaskan hukum kausalitas dan paradoks tentang praktikum i-Lab yang titik eksposurnya terletak dalam hal presensi.

ANAKGUNDAR.COM 2016

Apa cuma gue dulu yang suka ngejokiin temen saat i-Lab? Via: smartbreker.blogspot.com

Semoga bermanfaat dan terus ingat bahwa biaya kuliah itu mahal!

About the author

Felani Galih Prabawa

Travelouge

6 Comments

  • Alangkah baik nya jika penulis artikel tidak memberikan bumbu untuk membuat pembaca merasa bahwa ilab itu tidak penting. Sejujurnya mungkin itulah tujuan awalnya, walau dalam akhir paragraf mengatakan tidak untuk mengajak pembaca berfikir seperti itu. Saran saya adalah, buat sebuah tulisan yang bisa berfikir jika ilab itu ternyata memiliki sebuah tes yang menguji keilmuan kita dalam mata kuliah. Saat itu, ketika saya masih kuliah disana saya merasakan manfaat dari ilab jika memang kita serius dalam mengerjakan praktikumnya.

    Terima kasih.

  • Saya dari jurusan teknik mesin, saya pribadi punya opini tersendiri untuk praktikum i-lab, menurut saya praktikum i-lab seperti formalitas saja, karena apa? Karena banyak teman saya yg mendapat nilai kecil saat mengikuti i-lab namun kehadiran praktikum selalu masuk tapi mereka mendapatkan nilai A. Menurut saya I-lab tidak terlalu berpengaruh untuk proses pembelajaran kami untuk mahasiswa teknik mesin. Kenapa praktikum i-lab harus diadakan untuk ujian kami? Apa itu karena visi universitas gunadarma yg berbasis IT? Kenapa harus ada mata kuliah dasar pemrog & komputer di jurusan kami? Kenapa tidak di ubah menjadi mata kuliah dasar software yg berkaitan dengan desain desain sepeti autocad, catia dll, sebelum melaksanakan praktikum?. Sekiranya itu opini saya namun tidak mengurangi kewajiban untuk para praktikan lainnya untuk tetap mengikuti praktikum i-lab. Terimakasih

Leave a Comment

WordPress spam blocked by CleanTalk.