iLounge

Kuliah Mahal Wajar Gak Sih?

ANAKGUNDAR.COM 2017

ANAKGUNDAR.com, Depok – Per 6 bulan sekali, di setiap kampus tak terkecuali di Gunadarma kita sering melakukan kegiatan yang namanya bayar uang kuliah. Pastinya harga biaya kuliah di masing-masing kampus juga beda, ada yang sampe belasan juta, ada juga yang masih di bawah 10 jutaan.

ANAKGUNDAR.COM 2017

Suasana yang tak lazim. Via: My Blog

Dan pertanyaan besarnya adalah memang ukuran batas mahal atau murah biaya kuliah itu berapa sih? Gak menutup kemungkinan juga harga kuliah Rp 20jt masih dibilang murah, dan ada juga kasus biaya kuliah Rp 5jt itu udah mahal.

Berdasarkan Peraturan Menristek Dikti No. 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, di pasal 40 ayat 5 disebutkan bahwa standar satuan biaya operasional pendidikan tinggi bagi perguruan tinggi negeri ditetapkan secara periodik oleh Menteri dengan mempertimbangkan:

  • Jenis program studi;
  • Tingkat akreditasi perguruan tinggi dan program studi;
  • Indeks kemahalan wilayah.

Dan ketiga standar poin di atas harus menjadi rujukan atau dasar bagi setiap perguruan tinggi baik swasta maupun negeri untuk menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) setiap tahunnya, termasuk menentukan pula biaya yang harus ditanggung oleh mahasiswanya.

Dari poin yang pertama tentu kita juga semua tahu kalo biaya kuliah kedokteran itu lebih mahal dibandingkan dengan akuntansi, dan biaya kuliah jurusan teknik juga lebih mahal dari psikologi. Kemudian, semakin tinggi Akreditasi jurusan atau kampus juga akan sangat berpengaruh terhadap biaya kuliahnya. Dan yang terakhir, biaya kuliah di daerah itu memang nyatanya lebih murah dibanding di Kota Metropolitan.

ANAKGUNDAR.COM 2017

Kampus tetangga yang menolak kenaikan UKT. Via: Suara Mahasiswa

Lain PTN dan lain lagi dengan PTS, keduanya punya harga masing-masing. Jamak kita ketahui bahwa biaya kuliah di PTS jauh lebih mahal dibandingkan dengan PTN. Ini terjadi karena secara regulasi, PTS tidak mendapatkan biaya dukungan dari pemerintah yang terkenal dengan sebutan BOPTN (Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri). Jadi, tak aneh jika diberbagai kampus swasta kita sering menemukan dana-dana gaib yang OJK (Ojo Jelas Karepe).

Jika mengikuti prinsip ekonomi keuangan yang berbunyi “semakin mahal suatu barang maka kualitasnya semakin baik” untuk menjawab pertanyaan yang menjadi headline hari ini. Menurutku adalah sebuah hal yang wajar jika biaya kuliah di PTS itu membengkan setiap tahunnya, alasannya karena mereka tidak dapat BOP dan karena itu mereka harus memutar cara lain untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tapi jika mutu pendidikan seperti fasilitas akademis maupun akademisnya berantakan, sementara biaya kuliahnya membengkak banget. Ya, dinikmatin aja nasibnya, suruh siapa masuk PTS.

Tapi hal itu bukan berarti kita gak punya hak untuk bersuara untuk meminta kejelasan atau bahasa kerennya transparansi dana dari masing-masing kampus kita. So, kalo biaya kalian itu gaib ya silakan aja tanyakan pada bagian terkait yang ada di kampus tersebut. Dan cara terakhir adalah cari-cari deh beasiswa internal maupun eksternal kampus untuk membantu meringankan beban orang tua kalian.

About the author

mm

Felani Galih Prabawa

Travelouge

3 Comments

  • Wajar kuliah mahal JIKA fasilitas yang ditawarkan kampus itu banyak.
    Contohnya saja di kampus kita ini :
    Fasilitas yang pernah eke liat
    1. Galeri Investasi
    2. Inkubator bisnis
    3. Lembaga pengembangan perangkat lunak open source
    4. Club Linux
    5. Wi-Fi dengan kecepatan donwload diatas rata-rata.
    6. Perpustakaan beserta ruangan untuk meeting kecil-kecilan.
    7. Parkir ga perlu bayar.

    Sekarang eke implementasikan kehidupan kampus dengan fasilitas yang ada di atas sana :
    1. Galeri Investasi memberikan peluang bagi siswanya (mahanya eke hilangin) untuk mencoba berbisnis reksadana dengan biaya yang murah (start 100 ribu)
    Jika taro duit disana 100 ribu, dalam 4 tahun perkuliahan uang akan berkembang jadi 580 rb (jika keuntungan 10%/bulan). Biaya training saham bisa belasan juta, di galeri investasi tinggal ambil buku, baca2, kalau pusing buka google pakai wifi dari galeri investasi.
    2. Inkubator Bisnis memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bisnis dengan sistem bagi hasil (sepertinya). Misalnya situ buat software Ojek antar kampus, tarif 5000 ke semua kampus kita. 70% masuk kantong developer, 30% masuk kantong kampus.
    3. Buat orang komputer yang ngerti aja < PASTI UNTUNG DAH BISA NYOLONG ILMU DARI PARA SUHU, LUMAYAN GA KELUAR DANA berjuta-juta buat training.
    4. Sama seperti yang diatas.
    5. Wi-Fi kampus menyelamatkan kantong dari pembelian quota berlebih. Rata2 siswa beli quota 50-100/bulan. Selama ngampus saya beli quota masih bisa kehitung sama jari tangan, paling cuma 7-9 kali. Sisanya WI-FI, WI-FI dan WI-FI. Mobilitas yang ditawarkan broadband itu terkadang membawa keburukan, contohnya : lihatin status orang (ga jelas), baca artikel aneh2 (ga ada untung) dll. Lalu dengan kecepatan akses tinggi dan tidak diblok2 situ bisa akses deep web untuk cari buku-buku. Misalnya mau ambil sertifikasi IT, atau Accounting, atau management dsb. Harga buku2 itu rata2 sekitar 450 rb keatas. Belum sama harga video tutorial. Dengan membajak, kita sudah menyelamatkan kantong dari keluarnya duit sampai PULUHAN juta. (Eke download buku dan video, tota size 500GB lebih dengan nilai lebih dari 100 juta kalau)< AMAN.
    6. Perpustakaan, tempat tidur bagi para pencari AC dingin. Kalau kepanasan tidur di kost, datang ke sana aja. Harga kost AC 1 juta, non AC 500 ribu. Situ heman 500 rb/bulan.
    Parkiran rata2 minta 2000rb sekali parkir, 2000*300 hari kuliah*4 tahun = 2,4 jt

    Jika di total2 malah untung sekali.
    Belum lagi jalur beasiswa, makin untung aja.

    Komen dari eke, biaya kuliah mahal itu WAJAR. Coba saja buat komparasi sama kampus2 lain yang biaya kuliahnya naujubilah. Belum dari lingkungan kampusnya.
    Kalau lingkungannya isinya Mahasiswa kompetitif semua, yah mau ga mau semua mahasiswa berkompetisi habis2an.

Leave a Comment

WordPress spam blocked by CleanTalk.