iLounge

Mahasiswa Berpikir Kritis? Sudah Seharusnya Begitu!

ANAKGUNDAR.COM 2016

ANAKGUNDAR.com, Depok – Berpikir kritis dan logis sekarang semakin dirasa perlu. Sebab, akhir-akhir ini banyak isu atau posting-an bernuansa provokatif sering kita temui. Mungkin yang paling banyak kita temui melalui sosial media Facebook yang berasal dari beragam kalangan dan juga beragam pandangan. Selain itu, banyak sekali isu-isu yang dibuat hanya sekedar perspektif pribadi yang disertai emosi tanpa adanya bukti-bukti yang memperkuat argumen yang dilontarkan. Buktinya postingan hoax yang tidak pernah ada habisnya kita temui.

Buat yang suka menonton film, coba deh kalian tonton film 12 Angry Man. Walaupun film ini masih bernuansa hitam putih dan berusia hampir 60 tahun, tapi film ini mengajarkan pentingnya berpikir logis dan tidak termakan pendapat atau sentimen pribadi ketika memutuskan sesuatu. Really recommended.

12 aktor yang berperan dalam film 12 angry man

“Critical thinking is the intellectually disciplined process of actively and skillfully conceptualizing, applying, analyzing, synthesizing, and/or evaluating information gathered from, or generated by, observation, experience, reflection, reasoning, or communication, as a guide to belief and action.”

-The Foundation for Critical Thinking

Berpikir kritis sangat diperlukan terutama bagi kita yang saat ini menyandang status sebagai mahasiswa. Sebab ketika semakin terjun ke dunia nyata, kita mulai menyadari bahwa pendapat kita bukanlah satu-satunya pendapat yang benar dan di sisi lain jangan pula mudah termakan doktrin atau dogma yang meragukan kredibilitasnya. Berpikir kritis adalah suatu kemampuan yang bisa dilatih. Bagaimana caranya?

  • Berpikir Netral

Dalam menghadapai suatu masalah, mengawali dengan sikap netral adalah satu langkah utama. Kesampingkan asumsi pribadi. Ketika kita sudah berpikir atau memihak terhadap satu sisi, kita pasti dengan mudah terkena kognitif bias. Kognitif bias adalah pola kesalahan berpikir atau penyimpangan dari norma atau rasionalitas dalam penilaian, dimana kesimpulan tentang orang lain dan situasi ditarik berdasarkan persepsi individu dengan cara yang tidak logis sehingga menciptakan realitas sosial subjektif mereka sendiri atau disebut keirasionalan. 

  • Ask Basic Question

Ketika berhadapan oleh suatu masalah, berpikir ke dasar permasalahan sangatlah diperlukan. Ada banyak cara untuk melakukannya seperti mendefinisikan, menganalisis, berpikir konspetual, memeriksa sumber, mendengarkan, bertanya, dan mengevaluasi hasil yang didapat. Kalau perlu tanya ke orang yang lebih ahli baru menarik kesimpulan.

Contohnya, ketika kita mendapat berita yang mengatasnamakan suatu situasi tapi bernada provokatif, cek dulu sebelum percaya. Jangan mudah memencet tombol share dan celakanya malah menyebarkan hoax (kebohongan).

Contoh postingan hoax yang akhir-akhir ini beredar. #Cocokologi

  • Coba Balikan Keadaan

Konsep mudahnya adalah ketika kita melihat sesuatu lalu kita balikan kepada diri kita sendiri. Jika X terjadi apakah akan terjadi Y. Lalu bagaimana jika Y menjadi X apakah hal itu tetap akan bisa di terima?

Pernahkah kalian mendengar Reserve Psychology? Psikologi terbalik adalah suatu metode untuk membuat orang melakukan sesuatu dengan cara menyuruh/memotivasi mereka dengan mengatakan hal kebalikan dari apa yang disarankan.  Contohnya, ketika kalian punya adik kecil yang tidak bisa diam, bukannya menyuruh dia diam, kalian malah mengatakan “Kamu pasti tidak betah untuk diam selama satu jam.” Dengan begitu adik kita malah semangat ingin membuktikan bahwa dia bisa diam untuk sekian lama.

Hal ini sering sekali digunakan penyebar hoax atau buzzer, seperti contoh kalimat sering kita temui di akun-akun LINE@“Kalau kalian tidak sayang pada ibu kalian, kalian akan menyepelekan foto ini.” Atau yang lebih heboh adalah “Jika kalian tidak ikut demo hari ini, berarti kalian tidak peduli pada agama kalian.” Semakin ditentang atau dikritik, orang-orang seperti ini akan merasa semakin semangat dan semakin banyak orang yang terpancing untuk melakukan yang diperintahkan, berdemo misalnya. Jadi, alih-alih melarang/mengkritik/mendebat supaya jangan demo, coba cuekin saja sama sekali sehingga hal itu jadi nggak seru lagi untuknya.

Contoh yang tidak patut ditiru.

  • Cari Pandangan yang Berlawanan

Mengapa perlu mencari pandangan atau pendapat yang berlawanan? Karena seperti yang dikatakan di awal, pendapat kita belum tentu benar. Butuh point of view dari pihak yang netral atau bahkan berlawanan sebelum akhirnya memutuskan menarik satu kesimpulan.

Namun, yang sering terjadi adalah, secara tidak sadar kita sering melakukan confirmation bias, yaitu kita hanya setuju dengan orang-orang yang sependapat dengan kita. Kita mengunjungi website yang mengekspresikan pandangan politik kita, bergaul dengan orang-orang yang mempunyai pandangan dan selera yang sama dengan kita dan tidak memperdulikan pandangan atau perspektif lain. Bahasan  ini akan dibahas terpisah sendiri ya, soalnya ada banyak macamnya. Hehe

  • Lihat Dampak yang Ditimbulkan

Ketika dihadapkan pada pilihan A dan B, bandingkan dampak yang akan ditimbulkan keduanya. Tidak ada pilihan tanpa risiko 100%. Fungsi dari berpikir kritis adalah untuk melihat pilihan mana yang memiliki dampak terkecil dan efektif dilakukan.

Berpikir kritis bukalah topik yang mudah untuk dijelaskan. Tapi dengan melatih dan mempelajarinya, banyak manfaat yang akan kita dapatkan dan secara tidak langsung akan mengubah culture lingkungan kita perlahan.

ANAKGUNDAR.COM 2016

Selamat beraktivitas. Semoga esok menjadi insan cerdas. Via: Media Islam

About the author

Aulia Fanny Kurniasari

Leave a Comment

WordPress spam blocked by CleanTalk.