Mahasiswa Harus Waspada dengan Perangkat Rubber Ducky


ANAKGUNDAR.COM 2017
Mahasiswa Harus Waspada Perangkat Rubber Ducky

ANAKGUNDAR.com, Depok – Mahasiswa di zaman modern seperti ini pasti sangat familiar dengan teknologi, pemakaian dalam hal pertemanan maupun urusan kampus. Saling bertukar data dan copy-paste hal-hal yang berbau perkuliahan bisa dibilang makanan sehari hari mahasiswa zaman sekarang, tetapi sesuatu yang tidak banyak orang tau adalah adanya celah tindak kriminal dalam hal pertukaran data ini

Kali ini penulis akan membahas tentang Rubber Ducky, yaitu perangkat USB yang memiliki kemampuan mengubah pengaturan-pengaturan sistem PC/MAC anda dan mengambil data yang ada di gadget anda seperti history dan cookies yang ada pada browser anda. Dalam contoh kasus kedua, untuk beberapa orang memang menganggap ini remeh, tetapi bagi seseorang yang mempunyai kegiatan berbisnis secara online seperti membuka rekening bank online melalui gadgetnya, kasus ini sangat fatal dan perlu diantisipasi.

ANAKGUNDAR.COM 2017
Penampakkan Rubber Ducky. Via: HakShop

Sedikit info, yang penulis maksud dengan history ini adalah Riwayat atau bahasa gampangnya adalah “jejak”. Setiap pembaca membuka situs, pembaca akan meninggalkan “jejak” ini pada browser seperti Google Chrome atau Firefox yang pembaca pakai, kecuali pembaca menggunakan Mode Incoginito yaitu mode yang membuat pembaca tidak akan meninggalkan “jejak” ini saat menggunakan browser dan “jejak” ini sendiri bisa pembaca lihat di pilihan History/Riwayat pada browser yang  pembaca pakai

Cookies ini cukup mirip dengan “jejak” yang penulis bahas di paragraf sebelumnya, tetapi Cookies/Kuki ini lebih spesifik. Contohnya seperti, pernahkah pembaca login di sosial media seperti Facebook, lalu logout dan beberapa jam kemudian pembaca ingin login lagi, tetapi di bawah kolom email sudah tertera alamat email pembaca secara lengkap walaupun baru beberapa huruf yang diketik? Itulah yang dinamakan Cookies/Kuki.

Untuk bentuknya sendiri, Rubber Ducky ini berbentuk seperti USB Drive yang biasa dipakai mahasiswa mahasiswa pada umumnya, jadi tidak ada yang mencurigakan dengan penampilan fisiknya.

Seperti kata Bang Napi bilang “kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat jahat sang pelakunya,tetapi karena juga ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!” isi hati seseorang tidak ada yang tau, bahkan teman yang setiap hari sekelas pun gak ketauan isi hatinya apa.

Contohnya ada punya temen yang kemaren gebetannya abis kalian tikung (hahaha), trus dia coba bales dendam dengan cara apapun contohnya pakai Rubber Ducky ini. Seorang temen yang bawa USB dan bilang “bro bagi tugas/game dong” itu bukan sesuatu yang mencurigakan, bukan? Lalu pembaca colok Rubber Ducky si temen ke Laptop, sesaat setelah dicolok, Windows pembaca hilang lalu laptop restart sendiri dan gak bisa dipakai, si temen ngaku gak tau apa apa soal itu.

ANAKGUNDAR.COM 2017
How they do it. Via: HakShop

Undang undang yang belum mencakup segala aspek masyarakat Indonesia menjadi suatu kelemahan dalam kasus ini, penulis memang bukan mahasiswa yang mempelajari hukum pidana tapi tahu sedikit mengenai hal tersebut.

Ada 2 kemungkinan yang mungkin bisa terjadi jika korban mau membawa kasus Rubber Ducky ini ke meja hijau. Jika memang tidak adanya UU yang mengatur tentang kasus spesifik seperti ini, pelaku bisa melenggang bebas dengan menggunakan pernyataan berikut:

  1. Berdasarkan Kitab Undang Undang Hukum Pidana,BAB I,Pasal 1 yang menyatakan “Suatu perbuatan tidak dapat dipidana, kecuali berdasarkan kekuatan ketentuan perundang-undangan pidana yang telah ada”

 Tetapi bisa juga dituntut dengan pernyataan KUHP dibawah ini

  1. Berdasarkan KUHP Pasal 406 yang menyatakan “(1) Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”  “(2) Dijatuhkan pidana yang sama terhadap orang yang dengan sengaja dan melawan hukum membunuh, merusakkan, membikin tak dapat digunakan atau menghilangkan hewan, yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain.”

Sebagai antusias dunia teknologi dan pernah lebih dari 1 tahun bekerja di divisi IT, penulis sendiri lebih suka untuk melakukan pertukaran data tidak melalui USB Drive/Flashdisk karena rentannya USB Drive/Flashdisk terhadap virus, meskipun USB Drive tersebut bukan Rubber Ducky.

Saran penulis adalah, jangan sembarangan dan jangan terlalu sering colok USB Drive/Flashdisk kepada PC/gadget pembaca demi mencegah terkenanya virus atau hal-hal yang tidak diinginkan lainnya seperti Rubber Ducky ini. Untuk kasus Rubber Ducky di Indonesia memang belum banyak atau bahkan belum terjadi sama sekali, tetapi tidak ada salahnya meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

Tetap jaga rasa ingin tahu yang tinggi dan tingkatkan kewaspaadan terhadap hal-hal disekitar kita.

Salute!

ANAKGUNDAR.COM 2017
Salam Rubber Ducky. Via: PicaTesHackZ

Referensi:

https://github.com/hak5darren/USB-Rubber-Ducky/wiki

https://www.kaskus.co.id/thread/54337eee118b4600328b456a/waspada-badusb–celah-keamanan-berbahaya-pada-usb/

TV Series : Mr Robot

http://wcw.cs.ui.ac.id/repository/dokumen/lihat/10554.pdf

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt507c193a38a75/pasal-untuk-menjerat-pelaku-perusakan-barang-milik-orang-lain

Previous Alasan Kenapa Harus ke Perpustakaan Kampus
Next Mari Mengenal Mapspro Group Lebih Dalam

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *