Gundar Hari Ini

Sertifikasi adalah Senjata Ampuh Bagi Para Fresh Graduate Jurusan IT

ANAKGUNDAR.COM 2016
Written by VPS

ANAKGUNDAR.com, Depok – Kalian mungkin mahasiswa jurusan IT yang anda terampil menggunakan aplikasi Office seperti Microsoft dan OpenOffice atau bahkan mahir mengoperasikan sistem operasi Linux bahkan jago mengelola sebuah Database. Namun saat masuk ke dunia kerja, apakah ada yang mengetahui bahwa anda dapat melakukan hal-hal tersebut? Mungkin saat anda melamar kerja dengan menggunakan CV dan Resume, anda menuliskan kemampuan-kemampuan anda secara detail di dalamnya. Kemudian muncul pertanyaan lagi, apakah tempat kita melamar pekerjaan mau memberikan waktunya untuk menguji kemampuan anda. Tentunya tidak! Lalu bagai mana cara meyankinkan perusahaan agar percaya bahwa anda menguasai hal-hal yang anda cantumkan dalam CV atau Resume anda?

Untuk meyakinkan perusahaan bahwa anda menguasai bidang tertentu adalah dengan melakukan sertifikasi. Sertifikasi adalah sebuah dokumen yang merupakan bentuk pernghargaan yang diberikan kepada seseorang yang telah menyelesaikan ujian dan telah dianggap menguasai bidang tertentu. Jika anda pernah mendengar istilah semacam CCNA, CEH, CISSP, MCSA, RHCSA, CPA, CISA itu adalah title yang didapatkan pagi para pemegang sertifikat. Sertifikat yang tersebut bersifat internasional, dan diakui di hampir semua negara.

ANAKGUNDAR.COM 2016

Gambar Jenis-jenis sertifikasi di bidang IT. Via: techhail.org

Alasan pentingnya sertifikasi bagi para professional antara lain :

  1. Membuka akses lapangan pekerjaan seacara nasional maupun regional
  2. Pengakuan resmi pemerintah mengenai tingkat keahlian seseorang
  3. Pengakuan dari organisasi profesi sejenis secara nasional, regional maupun internasional.

Sebenarnya alasan-alasan diatas terlihat berlebihan. Bagaimana mungkin seorang fresh grader menduduki pekerjaan level manajerial tanpa mempunyai pengalaman kerja. Sebenarnya, sertifikasi saat ini digunakan untuk meningkatkan persentase kita dalam mendapatkan pekerjaan. Jika melihat ke beberapa website pencarian kerja, para pemberi kerja rata-rata memasang “must have this certificate…”, dan pada baris terakhir fresh graduates are welcome to apply”.

Ya, inilah dunia kerja sekarang, yang lambat akan ditinggalkan, dan yang cepat harus beradu dengan yang lainnya. Memiliki sertifikat saat ini tidak sehebat dulu, sekarang sertifikat mudah didapatkan (buat Anak Gundar, gue kasih clue pake DUMP). Lalu jika tidak sehebat dahulu, apa benefitnya mengikuti sertifikasi? Berikut akan saya jelaskan sesuai pengalaman pribadi saya :

  1. Tidak perlu repot-repot berdesak-desakan ke Job Fair

Job Fair merupakan event bagi para pencari kerja dimana para kandidat beradu badan untuk bisa sampai ke stand lowongan pekerjaan. Dalam Job Fair lawan anda untuk mencari kerja bukan ratusan, mungkin ribuan, bahkan puluhan ribu. Dengan adanya sertifikasi, anda bisa terbantu untuk mengalahkan para pesaing di event Job Fair tersebut.

  1. Tidak perlu kirim CV dan Resume Kesana-Kemari (Sangat Jarang)

Mungkin anda kuat membuka halaman sosial media berjam-jam hanya untuk melihat sedang apa kawan-kawan anda saat ini. Namun jika anda diharuskan untuk membuat CV, Resume, dan Cover Letter. Apalagi anda harus mengubah isi CV, Resume dan Cover Letter anda ketika mengirim aplikasi pekerjaan.

Dengan memiliki sertifikat, anda memiliki kemungkinan dihubungi head hunter. Head hunter adalah istilah di dunia kerja dimana head hunter disewa atau dipekerjakan oleh kantor untuk mencari kandidat-kandidat terbaik memalui media internet. Itulah mengapa perusahaan sekelas Chevron, Schlumberger, Freeport, Google, Microsoft, dan Cisco jarang sekali bahkan tidak membuka lowongan pekerjaan untuk masal.

  1. Kesempatan Mendapatkan Pekerjaan Menjadi Lebih Tinggi

Sudah tidak dipungkiri bahwa setiap lowongan pekerjaan di internet mengharuskan kandidatnya memiliki sertifikat tertentu. Sebagian besar perusahaan membuatnya sebagai opsi tambahan (preferable) atau bahkan sebuah keharusan. Dan bagi kalian yang sudah memiliki sertifikasi sangat diuntungkan dibanding mereka yang belum tersertifikasi.

  1. Negosiasi Gaji Menjadi Lebih Leluasa

Bagian ini adalah bagian paling menyenangkan, dimana kita menentukan gaji sesuai yang diinginkan (harus tahu diri juga). Bagi para pemegang sertifikat internasional biasanya gaji yang didapatkan lebih banyak daripada orang yang tidak memiliki sertifikat. Rata-rata perbedaanya Rp 500.000 – Rp 2.500.000. Menurut pengalaman pribadi saya sendiri gaji untuk pemegang sertifikat adalah Rp 5.000.000 sampai Rp. 7.000.000.

  1. Tidak Perlu Mengambil Sertifikasi Level Associate Lagi Ketika Bekerja

Belajar tentunya hal yang memuakkan, menghabiskan waktu berjam-jam membaca buku yang rata-rata berbahasa Inggris dan gaya bahasa yang teknis. Dengan mengambil sertifikasi disaat kita masih di bangku kuliah, kita tidak perlu lagi repot-repot belajar hal-hal fundamental dari sebuah sertifikasi. Waktu di bangku kuliah menurut saya lebih leluasa sehingga mempunyai waktu yang lebih untuk mengejar sertifikasi. Hal ini sangat penting karena materi level Associate adalah pondasi untuk menuju level Expert/Professional.

ANAKGUNDAR.COM 2016

Good luck.

About the author

VPS

Stay hungry, stay foolish

2 Comments

    • kalau langsung professional mungkin tidak bisa, kerna secara mandatory rata-rata perusahaan yang mengadakan sertifikasi ini mewajibkan kandidatnya harus melewati level associate dulu.
      Untuk list training lengkap cari saja di website training metrodata atau brainomatic. Misalkan tempat trainingnya ga menyediakan tempat exam, nanti dibantu mengurus administrasinya. Ambil examnya di partnernya pearson vue.

Leave a Comment

WordPress spam blocked by CleanTalk.